JellyPages.com

Selasa, 23 Desember 2014

Maybe it's only word, but i love you mama

Ibu, aku tak punya apa-apa untuk diberikan pada harimu. Ya hari yang selalu diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Desember sebagai hari mu. Hari Ibu. Ingatkah ketika dulu kau melahirkan ku dan pertama kali aku memanggilmu ibu? Aku yakin kau masih mengingat semuanya, aku yang menulis ini semua tidak pernah mengingatnya. Haha betapa bodohnya aku.
Namun aku ingat sampai detik ini kau selalu mengeluarkan keringatmu untukku, anakmu yang terkadang bahkan sering mengecewakanmu. Aku bukan apa-apa tanpamu, bahkan tak pernah ada jika tanpamu, namun engkau akan selalu ada walaupun tanpaku. Yang aku ingat adalah kuatnya dirimu menahan rasa sakit untuk tiga hari tiga malam saat mencoba menolongku untuk keluar ke dunia ini. Bukankah kau pikir rasa sakit itu tidak akan pernah  ada lagi? Aku tahu kau rasa bahwa kau  salah berpikir karena rasa sakit karena aku telah beranjak dewasa sering kau alami, bahkan lebih dibanding saat pertama aku terlahir. Ibu jika ada kata yang lebih indah selain maaf untuk saat ini, aku ingin mengatakannya, atau jika ada hal terbaik selain terimakasih yang mampu aku lakukan, aku akan melakukannya. Maaf karena terlalu sering membuatmu sulit selama ini, dan terimakasih untuk selalu mendoakanku walaupun terlalu banyak luka karena ku. Aku berjanji akan menjadi anak yang akan kau banggakan, yah setidaknya untuk saat ini aku berusaha.
Ibu berapa banyak air mata yang telah kau keluarkan? Bahkan yang terakhir kau keluarkan itu, aku yakin seumur hidupku takkan bisa menggantinya. Ibu, aku selalu berbuat dosa kepadamu, namun kau selalu berhasil memaafkan aku. Yah kau memiliki mental yang sangat berbeda dengan siapapun, karena tak selalu setiap orang dapat dengan mudah memaafkan. Jika memang malaikat itu berbentuk manusia, aku yakin bentuknya adalah sepertimu. Terimakasih telah rela mengorbankan waktumu hingga kini untukku, untuk waktu yang telah terlewati aku minta maaf atas segala sesuatunya. Dan untuk waktu yang sangat berharga selama hidupku, aku berterima kasih telah meluangkannya bersamaku. Selamat Ibu :)

Sabtu, 06 Desember 2014

DESEMBER

disini lagi-lagi di bulan yang sama aku kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupku. dahulu, setahun yang lalu aku merasaka hal yang tak ingin aku rasakan kembali. aku rasa itu semua hanyalah perjalanan saja untuk aku menjemput pelangi itu, namun ternyata kini awan hitam itu kembali datang dan menutup semua pelangi yang selalu ingin aku raih.sirna, kata itu yang selalu ada di benakku, entah apakah alam sedang tidak bersahabat atau aku yang selalu membuat awan hitam itu namun yang kurasa aku selalu kecewa setiap kali aku memandang langitku yang berubah menghitam.aku pikir saat itu adalah awal aku dapat melihat lagi pelangi di langit yang biru, dengan datangnya awan di setiap pagi dan siangku, namun kini awan itu berubah kembali menjadi warna hitam, sangat pekat, gelap sehingga mungkin pelangi pun enggan menemui ku.aku tahu itu awan yang berbeda dengan dahulu, namun tetap saja keduanya menghitam dan menjauhkanku dari pelangi yang aku idamkan. bahkan senja yang selalu aku lihat belakangan ini pun kini tak lagi indah seindah dua senja dahulu kala. aku marah pada senja karena tak seindah dulu, namun apapun yang kulakukan senja tetaplah senja, tidak berubah, akan selalu indah sebagaimana aku memandangnya. jika aku melihatnya dengan mataku yang mulai berembun karena air mata, maka aku tidak akan pernah melihat ke indahan dalam senja lagi, namun jika aku melihatnya dalam semua keindahan yang aku rasakan, senja adalah hal yang sangat indah dan bisa dikatakan dapat menggantikan pelangi. yah walaupun aku tahu aku tak pernah dapat melihat dan merasakan pelangi di bulan ini, namun aku selalu yakin bahwa pelangi akan selalu ada ketika aku yakin bahwa memang ia akan benar-benar ada. seperti saat ini, aku melihat sedikit ada cahaya yang sangat bersinar terang dan indah di langitku, mungkin itu pelangi. tapi aku tak mau berharap dahulu sebelum penagi itu benar-benar muncul di hadapanku. namun setidaknya aku mampu tersenyum karena cahaya itu mampu membuatku bangkit dan berharap kembali bahwa pelangi itu selalu ada untukku. yah baru-baru ini aku melihat dan merasakan cahaya itu, walaupun sesungguhnya cahaya itu sudah tak asing bagiku, namun aku baru dapat merasakannya saat ini, yah mungkin karena saat itu ia meredup karena tertutup kedua awan pekat yang telah datang terlebih dahulu. namun keraguanku pun mulai muncul seiring cahaya itu, apakah cahaya itu akan berubah kembali menjadi awan hitam dan menutupi pelangi seperti sebelumnya? emtahlah, aku sedang tak bisa bahkan tak ingin mengira-ngira semua itu, aku hanya berharap cahaya itu akan selalu muncul dan bahkan lebih terang dan menjadi pelangi yang selalu aku harap. kini aku hanya bisa berharap sambil tersenyum melihat cahaya itu, karena hanya itu yang bisa aku lakukan sebagai manusia tak berdaya ini. yah walaupun terlalu dini membicarakan tentang cahaya yang sedang baru aku rasakan ini, namun setidaknya aku merubah pikiranku selama ini. aku mampu merubah semua bayanganku bahwa aku akan selalu melihat awan hitam di bulan ini, namun kini aku yakin bahwa ternyata aku pun bisa melihat cahaya di bulan ini. terimakasih cahaya baru hidupku, aku berharap kau adalah pelangi yang belum terlihat dan aku terlihat dan terasa olehku suatu saat nanti.