Malam ini, aku disini masih dengan perasaan yang sama. Menunggu, bukan menunggu seseorang yang akan datang tidak lama lagi. Namun menunggu, agar aku pantas untuk menemuinya suatu saat nanti. Mengapa aku mengatakan pantas? karena yah saat ini aku belum lah pantas untuk siapapun jika ingin berada disampingku. Tak terasa sudah beberapa hembusan angin yang kita lewati tanpa saling bertatap. Dahulu, disini kita pernah bersama-sama menghabiskan waktu untuk saling tertawa. Kini, semua itu terasa tak mungkin, walapun aku percaya tak akan ada yang tak mungkin di dunia ini. Entah apa, senyummu saat itu masih sangat ku rasakan hingga saat ini sebelum aku terjaga. Aku tak tahu, apakah aku masih bisa merasakan senyuman itu saat melihat ke arahku, aku rasa senyum itu akan selalu ada walaupun mungkin bukanlah tertuju padaku lagi.
Masih dengan perasaan yang sama dengan kala itu, aku masih berharap dan mungkin akan selalu berharap bahwa Tuhan dengan segala kekuasaannya mampu mengizinkan aku lagi memegang erat tangannya tanpa harus melepaskannya lagi. Aku tak pernah menganggap ini adalah sebuah hukuman, karena dengan kekuasaan-Nya, Dia masih memberi kepercayaan padaku, dengan segala perasaan yang menusuk ini. Aku tak tahu ini apa, namun hanya seperti cambuk bagi diriku sendiri saat aku membayangkan senyuman indahnya saat menatapku. Itu saja, mungkin orang mengatakan ini adalah siksaan ketika dua orang yang saling memiliki rasa namun tidak dapat bertemu, namun aku selalu menyebut ini RINDU.
Yah kalian bisa anggap aku berlebihan dengan semua rasa ini, namun percayalah tak akan pernah ada yang berharap merasakan apa yang aku rasakan. Ini bukan soal jarak, ataupun keterbatasan waktu, namun ini semua adalah persoalan kesepakatan. Dimana kita tetap saling menjaga walaupun tanpa bertatap, dimana kita akan tetap berucap doa walaupun hanya berujung harap. Aku mengerti, bahwa untuk saat ini semua yang kami mau hanyalah mimpi kami saja, tapi aku yakin bahwa dengan kepercayaan kami masing-masing itu semua akan datang menjadi nyata. Yah tentu saja dengan doa yang terus-menerus dilantunkan oleh kami. Bukan, aku percaya bukan hanya aku saja yang berpikir begitu, namun dia pun berpikir sama karena aku rasakan itu semua saat Tuhan mengatakannya lewat angin yang membawa RINDU.
Aku tidak pernah berpikir bahwa kami berpisah, aku selalu menganggap ini semua adalah masa persiapan untuk kami untuk suatu hari nanti. Aku juga tidak pernah menganggap ini adalah sebuah akhir bagi kami, karena aku selalu percaya bahwa ini merupakan awal bagi kami untuk sesuatu yang lebih indah di depan. Yah tentu saja setelah melewati ini, kami akan bersama kembali. Memperbaiki apa yang telah kami buat sebelumnya. Setidaknya jika saat itu, aku selalu memberi waktuku untuknya, Tuhan mengingatkanku, bahwa saat ini dan seterusnya waktuku hanyalah untuk Tuhan. Mungkin untuk saat ini, semua RINDU ku hanya mampu ku katakan lewat tulisan-tulisan tak berarti seperti ini. Namun suatu saat aku tidak akan pernah me RINDU kan nya lagi karena saat Tuhan mengatakan "inilah waktunya", aku tidak akan pernah melepaskan genggaman tangannya itu.
Mungkin kalian hanya akan mengolok-olokku dengan tulisanku ini, namun aku tidak peduli. karena kami hanyalah dua orang yang sedang berusaha untuk lebih baik dan baik lagi. Mungkin untuk saat ini, kami tidak bisa saling mengingatkan. Namun dalam diri kami, kami selalu yakin bahwa doa-doa yang sering kami kirim, akan senantiasa selalu menguatkan kami dalam melakukan segalanya. Setidaknya dulu kami selalu bersama, dan itu adalah hal yang sangat indah walaupun penuh kesalahan, namun kami saling berjanji untuk saling berjuang meraih semua keindahan itu. Walaupun tidak akan seperti dulu, namun kami yakin akan lebih indah. Akhir kata untuk tulisan ini "aku selalu menyukai huruf y karena y dalam bahasa inggris berarti jalan. dan aku harap bahwa y adalah jalanku". terimakasih


Tidak ada komentar:
Posting Komentar