JellyPages.com

Jumat, 31 Januari 2014

Pahlawan Tanpa Jasa

Tidakkah kalian muak menyalahkanku atas nilai-nilai mata kuliah yang kalian terima? Salahkah aku jika nilai-nilai tersebut tidak sesuai dengan yang kalian harapkan? Mengapa kamu terus menyalahkanku atas apa yang kalian peroleh di akhir semester? Benarkah itu semua murni kesalahanku karena aku terlalu subyektif untuk member nilai kepada kalian? Atau apakah benar bahwa aku tidak pernah bisa mengajar kalian dengan baik sehingga kalian tidak mengerti apa yang aku sampaikan di kelas?

Wahai anak-anakku tahukah kamu bahwa akupun selalu belajar sebelum aku memberikan materi dikelas kepada kalian. Aku selalu ingin bisa menjawab semua pertanyaan kalian yang terkadang aku sendiri tidak mengerti apa pertanyaan tersebut. Jika kalian pikir aku hanya mengulang materi dari tiap tahunnya, itu semua memang benar, namun tentu saja aku harus tetap belajar karena pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa berbeda-beda pula tiap tahunnya.

Wahai anak-anakku tidaklah kalian mengerti bahwa aku bukan saja mengurus kalian dikelas? Namun dirumah ada keluarga yang menungguku untuk kuurus juga. Jika kalian tahu, aku tak pernah lelah untuk datang setiap pagi ke kampus, di jam yang sama untuk memberikan materi kepada kalian agar kelak untuk bekal kalian sebagai insan pengabdi bangsa. Aku tak pernah lelah mendengarkan semua keluhan kalian tentang nilai-nilai kalian yang kalian rasa tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan. Aku tidak pernah lelah setiap malam hingga kadang aku begadang untuk membaca dan memeriksa hasil tugas kalian.

Wahai anak-anakku masihkah kalian mengeluh tentang letihnya belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang aku berikan? Apa kalian juga tahu bahwa aku tak pernah letih, setiap hari aku datang kekampus yang berbeda, didaerah yang berbeda untuk mengajar juga? Namun seketika letihku hilang karena berpergian dan kurangnya istirahat karena melihat wajah kalian yang begitu bersemangat untuk mendapatkan pelajaran tiap harinya. Jika boleh mengeluh aku akan mengeluh, namun apa aku tidak pernah mau mengeluh karena takut kalian juga akan mengeluh.

Wahai anak-anakku pernahkah kalian berkaca bahwa semua nilai yang kalian dapat adalah hasil kerja keras kalian? Lalu mengapa kalian tetap tidak terima dengan apa yang kalian dapat. Apakah selama aku mengajar kalian selalu antusias untuk memperhatikan dan menanyakan hal yang kalian tidak tahu? Kapan kalian berpikir bahwa aku disini tidak hanya memikirkan diriku sendiri, namun juga aku memikirkan kalian, berapa biaya yang kalian keluarkan, bagaimana orang tua kalian mencari biaya tersebut. Sungguh aku memikirkan itu semua, maka itu berhentilah menuduhku akan semua tuduhan yang memberatkanku atas hasil-hasil yang kalian terima.

Wahai anak-anakku bukankah kita tidak akan pernah ada status mantan hingga kapanpun? Yah karena hingga kapanpun kalian tetap muridku. Namun terserah bagaimana kalian akan menganggapku di masa depan. Pernahkah kalian berfikir setelah kalian menulis sesuatu tentangku di twitter kalian, atau setidaknya me-retweet semua twitter yang menjelekanku? Apakah semua itu membuat kalian bangga? Ataukah membuat kalian merasa lebih gaul dibandingkan mahasiwa atau pelajar-pelajar lain? Mengapa kalian melakukan itu semua.

Wahai anak-anaku ini semua bukanlah keluhanku, namun aku hanya ingin memberitahu bahwa disini bukan hanya kalian yang berjuang. Namun kita berjuang bersama, yang tentunya untuk bangsa ini. Bayangkan ketika kalian berhasil, siapakah orang pertama setelah ayah ibumu yang ikut bangga akan keberhasilanku? Tentunya aku, orang yang sering kalian bicarakan kejelekannya. Dikantin, di mall atau dimanapun ketika kalian berkumpul dengan teman-teman kalian. Orang yang selalu kalian katakana galak dan sulit untuk memberi nilai A. Orang yang selalu kalian jarang perhatikan ketika member materi dikelas. Sungguh aku adalah orang yang pertama akan bangga akan semua prestasimu dimasa mendatang setelah kedua orang tuamu.


Wahai anak-anakku maafkanlah aku jika aku tidak meluluskanmu dalam mata kuliahku. Maafkan aku jika memberi nilai yang tidak sesuai, maafkan aku atas semua perilaku yang kutunjukan dikelas maupun diluar kelas. Itu semua aku lakukan bukan untuk diriku sendiri, namun itu semua untuk kalian. Ingat bukan hanya kalian yang berjuang disini, namun kita berjuang bersama. Maka itu bantulah aku untuk sama-sama berjuang. Setidaknya hanya dengan memperhatikanku dikelas, dan mencoba berpikir sebelum melakukan sesuatu. Aku adalah orang tuamu dikampus, lalu hargailah aku sebagaimana orang tuamu. Sungguh akupun menganggapmu seperti anakku, jika tidak untuk apa semua yang ku lakukan dari awal semester hingga akhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar