JellyPages.com

Minggu, 26 Januari 2014

surat untuk anakku

Hai anakku sayang, maaf karena selama sisa hidupku selalu membuatmu kecewa dengan apa yang selalu tidak mampu aku berikan padamu. Engkau adalah kebanggaanku, kau yang memberi semua hangat ketika dingin telah tiba, kau yang memberiku semangat untuk melakukan suatu hal. Untuk apa? Aku selalu mendambakan senyummu.

Bahkan untuk semua hal yang tidak pernah ku beritahu padamu, aku selalu tidak pernah bisa tidur nyenyak semenjak aku memberikan jam malam padamu, aku tak pernah bisa makan senikmat dahulu setelah ku tahu kau telah dewasa dan menghadapi lingkungan luar yang baru. Sejujurnya aku tak pernah memberitahumu bahwa aku selalu menangis ketika aku tak mampu memberikan apa yang kau minta dengan memaksaku, aku selalu menangis ketika kau begitu iri dengan kehidupan teman-temanmu yang tidak kau miliki.

Sesungguhnya aku tak pernah ingin memberi tahumu bahwa aku selalu takut terhadap pasangan yang kau bawa dan kau perkenalkan padaku karena suatu saat dia yang akan mengambil waktu-waktu mu untukku. Aku tak pernah memberitahumu saat kau tertidur aku selalu melihat wajahmu yang selalu lugu dan tetap menjadi bayi kecil bagiku, aku selalu ingin melihat senyumanmu yang tulus seperti saat dulu kau baru bisa berjalan dan aku menyelamatimu dengan canda tawaku untuk selalu menyemangatimu. Tahukah engkau anakku bahwa aku selalu ingin kau ajak berjalan-jalan ketempat dimana kau selalu menghabiskan waktumu bersama teman-temanmu. 

Aku ingin sekali untuk kau ajak berbelanja dan tertawa sama dengan ketika kau bersama teman-temanmu. Tahukah kau anakku? Aku selalu tidak pernah suka akan tibanya 17 tahun usiamu dibalik senyum manisku yang merayakan tahun itu, aku selalu takut karena dalam waktu dekat kau akan diambil oleh pasanganmu dariku. Aku tak pernah member tahumu bahwa terkadang aku meminjam kepada teman-temanku sedikit uang untuk membelikan barang yang kau inginkan yang terkadang tak pernah kau rawat dengan baik. Ketika kau mulai belajar sedikit makna kehidupan dari lingkungan baru yang kau pelajari, kau selalu membanggakan semua itu sehingga apa yang dulu pernah ku katakan tidak pernah kau dengar kembali, padahal ketika kau masih sangat kecil akulah orang yang kau percaya. Apakah kau ingat anakku? Ketika dulu banyak orang yang membuatmu mengangis ketika kau masih kecil, kau selalu memanggil namaku dan tidak berhenti menangis sebelum aku menggendongmu, dan terkadang kau tertidur saat ku gendong dirimu. 

Aku tidak pernah memberitahumu bahwa saat ini aku pun ingin menjadi tempat kau mencurahkan hatimu ketika kau mendapatkan beban dunia ini sama seperti kau selalu menceritakan semua yang kau rasakan kepada teman-temanmu. Aku hanya ingin selalu menjadi aku yang dulu yang selalu ada buatmu. Namun aku selalu tersenyum dibalik apapun yang kau lakukan anakku, karena kau tahu. Aku bangga memiliki dirimu walaupun kau selalu mengatakan bahwa semua adalah hasil jerih payahmu saja. Ada hal yang tidak pernah aku beritahu padamu bahwa kini aku sudah sangat tua dan rentan sehingga tak sebugar dulu lagi, aku tak mampu untuk seperti dulu yang selalu mampu menggendongmu kemanapun asal kau tidak mengangis. 

Tidak semua hal dapat kuberitahu padamu karena aku hanya ingin menceritakan semua hal yang dapat membuatmu bahagia. Ada hal yang tak selalu aku beritahu, bahwa aku terkadang iri dengan teman-temanmu yang mampu membuatmu tertawa lepas namun aku yang sedang duduk sendirian melihat televise untuk menghabiskan masa tuaku tak mampu lagi melakukannya dan kau terlihat menghiraukan teman-temanmu. 

Anakku apakah aku hanya membuatmu malu dan tidak dapat membuatmu bangga sehingga ketika kita jalan bersama kau enggan untuk menuntun dan memeluku sehangat kau memeluk pasanganmu? Pernahkah kau berfikir bahwa usaha yang kita lakukan sekuat tenaga hanyalah untukmu, untuk semua kebahagiaan dan kesuksesanmu? Pernahkah kau berfikir bahwa gigiku hanya tinggal tersisa beberapa biji saja sehingga aku tak pernah menghabiskan semua makanan yang kau berikan dan membuatmu kecewa? Pernahkah kau berfikir bahwa aku tak pernah ingin balasan darimu? Pernahkah kau berfikir bahwa aku pun ingin menikmati masa tuaku hanya untukmu anakku? Anakku apakah kau tau aku selalu memendam rasa sakit yang ada dalam tubuh ini karena aku tidak mau kau khawatir bahwa sesuatu yang kau butuhkan mungkin tidak akan kau dapatkan karena aku harus membeli obat untuk diriku? Aku tidak ingin membuatmu khawatir bahwa semua biaya keperluanmu akan habis untuk biaya pengobatanku. 

Aku hanya ingin memberikan semua padamu bahkan seluruh kesehatanku jika perlu aku akan memberikannya untukmu. Aku tidak pernah memberitahumu bahwa aku selalu takut akan obat yang kubeli akan membuatmu semakin parah ketika kau sakit. Aku tidak pernah memberitahumu bahwa semua yang kulakukan untukmu adalah gratis, jika kau mengira aku malu memilikimu, aku tidak pernah memberitahu bahwa aku korbankan semua rasa maluku ketika kau masih kecil dan menangis kelaparan aku memberikan air susuku didepan semua orang ditempat umum. Ini semua hanya sedikit hal yang tidak semua ku beritahu padamu anakku. Untukmu anakku dari orang tua yang selalu membanggakanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar